PIRACY – A DANGER IN THE OCEAN

Setelah kemaren sempat menyaksikan aksi heroik Kapten Phillips (Kapten kapal MV MAERSK ALABAMA) yang menahkodai Kapal Cargo terbesar dunia berbendera AS dalam menyelamatkan Kapal beserta ABKnya. Jadi timbul rasa penasaran lebih dalam untuk menggali lebih lanjut informasi seputar marine crime yang satu ini, Hijacking / Piracy.

Seperti yang kita semua ketahui Hijacking / pembajakan merupakan salah satu dari sekian banyak marine peril (risiko di laut) yang dijamin dalam polis Asuransi Marine Cargo specially ICC A. Dalam perjalananya risiko pembajakan dengan motif ekonomi seperti ini semakin banyak terjadi di berbagai alur pelayaran dunia. Menurut data resmi ICC Crime Services (International Chamber of Commerce), hampir tidak ada negara negara di dunia yang perairanya benar benar steril / bersih dari aksi bajak laut atau keturunan kapten sparrow ini (Pirates of Carribean-red).

Dalam lansiran resmi ICC Crime Service disebutkan  “Mariners are warned to be cautious and to take necessary precautionary measures when transiting the following areas:

SOUTH EAST ASIA AND INDIAN SUB CONTINENT

Bangladesh:

Para bajak laut menargetkan kapal yang akan bersiap untuk berlabuh. Kebanyakan aksi tersebut berada atau dilakukan di Pelabuhan jangkar Chittagong. Meskipun aksi penyerangan para bajak laut di Bangladesh telah menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir namun para pelaut diharapkan tidak mengindahkan peringatan bahaya aksi perompakan di daerah tersebut.

Indonesia:

Perairan Tanjung Priok – Jakarta / Dumai, Belawan, Taboneo, Muara Jawa. Perompak biasanya menggunakan senjata dalam aksinya seperti pistol, senapan, belati bahkan golok. Secara umum hampir sama di perairan perairan tersebut. Banyak dari aksi tersebut tidak dilaporkan. Para perompak biasanya menyerang kapal pada waktu malam hari. Ketika alarm / peluit kapal dibunyikan dengan keras, biasanya para perompak tersebut menggagalkan aksinya. Aksi di perairan Dumai masih terus dalam kondisi siagag setiap saat.

Selat Malaka:

Meskipun dilaporkan aksi perompakan di perairan ini menurun disebabkan oleh meningkatnya aksi patroli gabungan dari tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapore sejak July 2005, kapal kapal tetap disarankan meningkatkan kewaspadaan selama melintasi dan berlabuh di perairan ini. Saat ini belum ada indikasi bahwa aksi patroli gabungan tersebut berlangsung.

Selat Singapura:

Kapal kapal disarankan untuk tetap waspada dan melakukan pengecekan rutin terhadap semua perlengakapan anti pembajakan yang berada di kapal untuk tetap dapat berfungsi dengan baik dan memadai. Para perompak biasanya melakukan aksinya ketika kapal kapal tersebut lengah dan sedang berlabuh di Perairan tersebut

Laut China Selatan:

Meskipun tidak ada kejadian yg dilaporkan terjadi di perairan sekitaran Anambas / Natuna / Mangkai islands / Subi Besar / Merundung, kapal kapal disarankan untuk tetap waspada.

AFRICA DAN LAUT MERAH.

Lagos (Nigeria):

Perompak biasanya melakukan aksinya dengan kejam, menyerang dan menculik awak buah kapal yang sedang berada di pantai, sungai dan tempat berlabuh, pelabuhan dan perairan disekitarnya. Penyerangan dilaporkan pernah terjadi pada jarak 120nm dari bibir pantai. Dalam beberapa kejadian para perompak membajak kapal hingga berhari hari kemudian mempreteli kapal dan mengambil tiap tiap bagian untuk dijual hingga bahan bakarnya sekaligus. Pernah dilaporkan juga aksi mereka hingga melukai awak buah kapal selama aksinya. Secara umum, perairan di Nigeria tetap dalam kondisi waspada dan berisiko. Kapal kapal yang melintasi alur tersebut disarankan untuk tetap waspada menyusul banyaknya laporan pembajakan di tempat tersebut. Aksi penyerangan pernah juga dilaporkan di Pelabuhan Harcourt dan Conakry.

Cotonou (Benin): 

Meskpiun dilaporkan telah terjadi penurunan aksi namun perairan ini masih tetap menjadi salah satu yang berisiko. Kejadian kejadian sebelumnya menunjukkan bahwa perompak di daerah ini dilengkapi dengan senjata api bahkan mereka dengan berani sampai membakar kapal hingga habis. Kebanyakan kapal tanker mengalami aksi pembajakan di daerah ini. Para perompak memkasa Kapten kapal berlayar menuju lokasi yg tidak diketahui dan kemudian kapal beserta dengan muatannya dirusak dan diambil. Awak buah kapal juga pernah dilaporkan mengalami luka luka selama berlangsungnya aksi pembajakan. Patroli yang baru baru ini dilakukan oleh pemerintah setempat terbukti mampu menurunkan aksi perompakan. Namun bagaimanapun juga kapal kapal yang melintasi perairan tersebut agar dilengkapi dengan perlengkapan anti pembajakan yang baik.

Lome ( Togo ):

Pembajakan semakin meningkat. Para perompak dilengkapi dengan sejata api dan sangat berbahaya. Biasanya menyerang pada saat malam hari atau ketika sedang berlabuh. Beberapa aksi melaporkan para pembajak menahan kapal selama berhari hari dan kemudian merusak muatan dan mencurinya.

Abidjan (Ivory Coast):

Pembajakan pertama kali terjadi di pelabuhan Abidjan dengan menggiring kapal ke suatu tempat di perbatasan Nigeria. Muatan dan barang berharga awak buah kapal dilaporkan dicuri. Perompak biasanya menyerang di Nigeria/Benin/Togo dan menyebar di pantai Ivory. Para perompak bisa jadi menyasar kapal kapal dari negara tetangganya, Ghana.

Teluk Aden / Laut Merah:

Penyerangan telah dilaporkan mengalami penurunan hal ini disebabkan oleh aktifnya para pemilik kapal menggunakan jasa pengamanan laut semi militer semacam Privately Contracted Armed Security Personnel (PCASP) atau SW monsoon. Ancaman tetap ada untuk itu agar setiap kapal yang melintasi perairan ini tetap melakukan dan meningkatkan kewaspadaanya.  Perompak Somalia biasanya menyerang kapal di daerah utara perairan Somalia di Teluk Aden dan sebagian selatan Laut Merah. Di Bab El Mandeb TSS. Para perompak bahkan dilengkapi dengan senjata berat semacam Senapan Otomatis dan roket Rocket Propelled Grenades (RPG) dalam usahanya untuk memuluskan aksinya. Ketika suatu aksi berhasil, para pembajak akan mengarahkan kapal yg berhasil dibajak ke perairan Somalia dan kemudian menuntut uang tebusan untuk membebaskan Kapal, Muatan dan Awak Buah Kapal.  Semua kapal yang melintasi perairan ini diingatkan untuk tetap waspada selama 24 jam dan melengkapi kapalnya dengan radar anti pembajakan.  Tetap waspada terhadap kapal kapal ikan (nelayan) yang mendekat yang biasanya dipakai sebagai alat untuk menguasai kapal dengan memasangkan tangga ke atas kapal cargo yang akan dibajak.  Peringatan dini dan pengataman secara berulang ulang diperlukan agar bisa lolos ketika terjadi pengejaran oleh kapal kapal perompak tersebut. Disarankan tetap melakukan pantau terhadap kapal kapal kecil dan menghindar dari kapal kapal tersebut sebagai pencegahan.

Sejak 1 February 2009, MSCHOA (www.mschoa.org) telah mendirikan Internationally Recommended Transit Corridor (IRTC). Military assets (Naval and Air) aksi aksi militer secara strategis akan dilancarkan will be untuk menyelamatkan kapal kapal yang dibajak.

Kapten kapal yang dilengkapi dengan IRTC tetap harus waspada dan tidak boleh lengah melakukan pantauan selama 24 jam.

Somalia:

Perairan ini terkenal sebagai surganya perompakan di dunia.  Biasanya modus operandi yang digunakan oleh para perompak Somalia menyerang kapal yang berlayar dari utara, timur dan pesisir selatan perairan Somalia. Aksi sebelumnya bahkan sampai di periaran Kenya, off Tanzania, off Seychelles, off Madagascar off Mozambique/Mozambique Channel dan di Samudera Hindia serta Laut Arab/ off Oman, Teluk Oman and  pantai barat India and  Bagian barat Maladewa. Peompak Somali terkenal berbahaya dan dilengkapi dengan Senajata Otomatis bahkan RPG di Kapal untuk memaksa sebuah Kapal yang akan dibajak berhenti. Perompak biasanya menggunakan “Kapal Induk” untuk melancarkan serangan yang berada jauh dari bibir pantai. “Kapal Induk” tersebut biasanya berupa Kapal Nelayan / Pancing. “Kapal Induk” ini mampu untuk menjalankan serangan ke jarak yang jauh dari pantai dengan mengirimkan kapal kapal kecil dan menyergap kapal.  Banyak serangan dilaporkan terjadi hingga radius  1,000 nm dari perairan Somalia (menuju Indian west and south coast in the Indian Ocean). Perompak ini juga pernah menyerang kapal kapal hingga perbatasan pantai Tanzanian, Kenya, Somalia, Yemen and Oman. Para Kapten kapal diperingatkan agar waspada pada posisi sejauh Bujur Timur 76°E, as Lintang Selatan as 22°S dan sejauh Lintang Utara 26 °N (Selatan Selat Hormuz). Melakukan pantauan dan menjaga jarak aman dari kapal kecil, sampan, kapal nelayan pancing jika memungkinkan. Pantauan radar selama 24 jam menjadi suatu keharusan selama melintasi perairan ini.

AMERIKA TENGAH DAN SELATAN DAN PERAIRAN KARIBIA

Ecuador : Guayaquil.

REST OF THE WORLD

No Incidents:

Selain perairan perairan yang perlu diperhatikan tersebut, ada baiknya sebuah kapal juga dapat dilengkapi / dipasang dengan perlengkapan yang dapat berfungsi untuk menghalau para perompak menaiki kapal dan membajaknya.

Ada banyak jenis alat alat pencegahan dini yang biasanya dipasang oleh kapal kapal cargo (besar) mulai dari yang canggih hingga yang paling sederhana namun efektif menghalau para perompak menguasai kapal.

1. Long Range Acoustic Device (LRAD)

Yaitu bukan merupakan senjata berat / api yang mematikan namun efektif untuk menghalau perompak. Alat ini berupa senjata suara sonic yang dapat menghasilkan suara bising pada target tembakan sehingga dapat memekakkan telinga dan menyakitkan. LRAD telah digunakan oleh sebagian kecil kapal cargo dan kapal pesiar hingga sekarang.

2. Anti-Piracy Laser Device

Senjata laser ini bukan seperti yang ada di film film Star wars, namun senjata ini cukup ampuh menghalau perompak. Cara kerjanya adalah dengan menembakan sinar laser yang dapat mengganggu penglihatan dan menyilaukan para penyerang yang mendekatin kapal. Senjata ini dapat digunakan siang dan malam dan bisa dioperasikan dengan mudah oleh awak buah kapal.

3. Water Cannon

Meriam air merupakan perlengkapan yang biasa dipasang oleh berbagai dengan kapal. Meriam air dapat menyemburkan semprotan air yang sangat kencang dengan tekanan yang begitu kuat. Berfungsi untuk menghalau para perompak yang berusaha menaiki kapal dan memperlambat manuver mereka di laut.

4. Electric Secure Fence

Pagar listrik terbuat dari besi kabel yang dipasang mengelilingi railing sebuah kapal. Alat ini berfungsi untuk menghindarkan para perompak naik ke atas kapal. Kabel tersebut bersifat portable dan dapat disimpan dengan cara menggulungnya ketika tidak digunakan.

5. Nets – Boat Traps

Jaring perangkap, dibuat untuk membuat kapal perompak terjebak. Cara kerjanya adalah dengan jalan menyebarkan jaring ini di jalur pengejaran sehingga dapat memerangkap baling baling kapal para perompak sehingga rusak dan tidak dapat mengejar.

6. Slippery Foam – Mobile Denial System

Busa pelicin yang biasanya disemprotkan pada lantai dan dinding badan kapal untuk menghindari agar para perompak tidak dapat menaiki kapal

7. Foul Smelling liquid – Liquid Deterrent System ( or using Stun Gun)

Lendir hijau berbau yang menyebabkan atau menimbulkan bau menyengat yang tidak enak. Biasanya disemprotkan kepada para perompak yang hendak menaiki kapal

8. Kelambu anti pembajakan 

Pertama kali digunakan dan didesain oleh Japan’s NYK group bersama sama dengan pabrik pembuat selang Yokoi, Alat ini sangat unik yaitu dengan memasang berkeliling di semua railing kapal dengan memberikan aliran semprotan kebagian sudut bawah kapal dengan kekuatan nozzles 0.2 Mega Pascal, semprotan air tersebut akan mengitari seluruh bagian dinding kapal dengan air berkekuatan tinggi sehingga akan merepotkan para perompak yang akan menaiki kapal bahkan bisa menyebabkan orang terlempar ke laut bila terkena semprotannya.  Alat semacam inilah yang banyak digunakan dalam berbagai macam kapal cargo di dunia tidak terkecuali kapal MV MAERSK ALABAMA, kapal cargo terbesar berbendera Amerika yang dibajak di perairan Somalia yang baru baru ini difilmkan dalam aksi heroik Tom Hank lewat Captain Phillips.

Selain perlengkapan perlengakapan tersebut, masih ada lagi beberapa perlengkapan lain yang cukup kompleks dan membutuhkan investasi jangka panjang bahwa bersifat lethal (mematikan)

Nah, Bagaimana dengan kapal kapal di Indonesia? Apakah sudah dilengkapi dengan perlengkapan semacam ini dalam menjalankan pelayaranya ?

Red : dari berbagai sumber

Best regards,

Hari Pendi

Deputy Branch Manager 

PT. Asuransi QBE Pool Indonesia

Eastern Region

Medan Pemuda Building 7th fl | Jl Pemuda 27 – 31 Surabaya | 

Phone:    +62 31 5477300 | Fax: +62 31 5477370 |

Visit us on the web at http://www.qbe.co.id/

 

Piracy Devices

 

Tags:

About the Author

has written 1650 stories on this site.

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

*

Copyright © 2017 AHLIASURANSI.com. All rights reserved. Managed by Imam MUSJAB
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.