AIG Terpaksa Diselamatkan

AIG Terpaksa Diselamatkan

KOMPAS.com, Kamis, 18 September 2008 | 03:00 WIB

New York, Rabu – Bank Sentral New York telah memutuskan untuk memberikan dana 85 miliar dollar AS guna menyelamatkan perusahaan asuransi American International Group. Sebagai gantinya, pemerintah akan mendapatkan 79,9 persen saham AIG. Sementara itu, semakin banyak lembaga keuangan yang kesulitan.

 

Pinjaman tersebut akan dikenai bunga sebesar 11,4 persen per tahun selama dua tahun. Bank Sentral AS (The Federal Reserve/ Fed) menyetujui langkah itu, dengan dukungan Departemen Keuangan AS.

Keputusan yang diambil Selasa (16/9) di Washington itu memberikan American International Group (AIG) insentif besar untuk tidak menjual asetnya dengan harga murah. Talangan dana terhadap AIG itu berlawanan dengan sikap otoritas AS terhadap Lehman yang sama sekali tidak mendapat dana talangan dari pemerintah.

 

CEO AIG Robert B Willumstad akan diganti dengan mantan CEO Allstate Edward Liddy. AIG berpacu dengan waktu untuk menghindari kebangkrutan seperti Lehman.Menteri Keuangan AS Henry Paulson dan Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke bertemu dengan para pemimpin Senat dan DPR AS untuk mendiskusikan bagaimana menolong AIG.

Menurut pejabat senior The Fed, pertolongan terhadap AIG sangat diperlukan karena perusahaan asuransi itu memiliki hubungan yang sangat erat dengan firma keuangan lainnya serta produk ritel. Selain itu, AIG memiliki kepentingan bisnis yang tidak dilindungi oleh negara.

Saham AIG yang merupakan salah satu anggota indeks Dow Jones turun 48 persen karena talangan ini dapat mengurangi porsi kepemilikan saham para investor lain.

 

Pejabat The Fed juga menyangkal bahwa talangan terhadap AIG merupakan upaya nasionalisasi perusahaan asuransi terbesar di dunia itu. Pemerintah menyediakan likuiditas kepada perusahaan itu agar dapat beroperasi seperti biasanya. The Fed juga mengatakan keputusan itu untuk menyelamatkan kepentingan pemerintah dan pembayar pajak.

”Dewan mengkaji bahwa dalam keadaan sekarang ini, kekacauan di AIG dapat merambah kekacauan di pasar finansial yang saat ini mengarah pada ketidakstabilan perekonomian secara nasional,” demikian antara lain pernyataan The Fed.

 

AIG LIFE Indonesia, anak perusahaan AIG yang beroperasi di Indonesia, menyatakan aktivitas bisnisnya berjalan normal sekalipun krisis keuangan melanda AS dan perusahaan induknya, AIG, terkena dampak.

Sementara itu, pembelian Merrill Lynch oleh Bank of America akan mengakhiri sejarah bank berusia 94 tahun dan merupakan bank terbesar ketiga di Wall Street itu. Jika Bank of America selesai mengakuisisi Merrill, asetnya akan melebihi Citigroup, yang saat ini merupakan bank beraset terbesar di AS.

 

”Ada kekhawatiran, mereka mungkin memakan terlalu banyak dari kemampuan mengunyahnya,” ujar Marc Pado, ahli strategis pasar pada Cantor Fitzgerald & Co di San Francisco.

Hanya ada dua bank besar yang bertahan di Wall Street setelah merger antara Merrill Lynch dan Bank of America, yaitu Goldman Sachs Group Inc dan Morgan Stanley.

 

Morgan cari teman

Morgan Stanley juga tengah mempertimbangkan akan mencari mitra bisnis baru atau mengambil langkah lain.

CEO Morgan Stanley John Mack ingin menghindari kesalahan yang telah diambil oleh CEO Lehman Brothers Richard Fuld yang menampik tawaran kerja sama dengan mitra lain dan akhirnya jatuh bangkrut.

Menurut para analis, Morgan memiliki neraca yang lebih kuat dibandingkan dengan Lehman. Akan tetapi, para pemain saham di Wall Street bertaruh bahwa Morgan mungkin tidak akan selamat dari terpaan badai finansial ini. Mack mengamati reaksi pasar dengan saksama dan mungkin akan memutuskan untuk melakukan kesepakatan tertentu jika Morgan menghadapi krisis likuiditas.

”Mack tidak akan menanti. Jika dia terlihat sedang menulis sesuatu di dinding, berarti dia akan melakukan sesuatu,” ujar seorang yang dekat dengan Mack.

 

Suku bunga

Keputusan The Fed untuk tidak mengubah tingkat suku bunganya di tengah kekacauan finansial seperti sekarang ini tidak berarti tidak akan terjadi penurunan suku bunga pada pekan- pekan mendatang.

Banyak ekonom yakin bahwa Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke dan rekan-rekannya memutuskan untuk menyimpan peluru. Tingkat suku bunga tetap 2 persen sehingga mereka masih memiliki ruang untuk memangkas lagi tahun ini jika terjadi gejolak besar di pasar finansial. The Fed menyatakan bahwa gejolak di pasar diperkirakan masih terus berlangsung secara signifikan. (AP/AFP/Reuters/joe)

 

About the Author

has written 1632 stories on this site.

One Comment on “AIG Terpaksa Diselamatkan”

  • agung wrote on 11 December, 2010, 22:18

    apakah PT. asuransi jiwa bumi asih jaya akan kolap / bangkrut???

    Akan kolap? saya tidak bisa memprediksinya, Pak

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

*

Copyright © 2017 AHLIASURANSI.com. All rights reserved. Managed by Imam MUSJAB
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.