Very Important Clauses : Klausul-Klausul Penting dalam Asuransi Kebakaran (Fire & Property Insurances)

Jaminan wordings polis standar saja tidak cukup, bahkan untuk polis “All Risks” sekalipun, Banyak sekali klausul-klausul yang didesain untuk memberikan benefit tambahan terhadap jaminan standar polis, banyak diantara agen, broker bahkan petugas Asuransi sendiri tidak mengerti apa arti dan implikasi dari klausul-klausul tersebut. Diantara sekian banyak klausul-klausul tsb kami akan memberikan daftar dan keterangan singkat Very Important Clauses : Klausul-Klausul Penting dalam Asuransi Kebakaran (Fire & Property Insurances) yang juga bisa di download here.

 

click clause here or go toAHLIASURANSI box widgetto download

Prosedur: silakan pilih “save” simpan dulu di folder komputer anda baru di “open” dengan “Acrobat Reader”, “MS Word” atau aplikasi lainnya

 

Klausul-Klausul Penting dalam Asuransi Kebakaran (Fire & Property Insurances)

 

1.     Reinstatement Value Clause

Pembayaran klaim sesuai dengan harga baru (New Replacement Value), tidak dikenakan potongan depresiasi atau penyusutan

Details explanation  Download Clause here  or go to AHLIASURANSI box widget

 

2.     Average Relief Clause

anda akan tetap memperoleh ganti rugi penuh walaupun terjadi Pertanggungan dibawah harga (under insurance) dengan syarat Harga Pertanggungan tidak kurang dari 85% dari Harga Sebenarnya

Details explanation  Download Clause here  or go to AHLIASURANSI box widget

 

3.     Appraisement Clause

Appraisement Clause pada polis anda, membebaskan anda dari Average dengan syarat jumlah klaim tidak lebih besar dari 5% dari Total Harga Pertanggungan

Details explanation  Download Clause here  or go to AHLIASURANSI box widget

 

4.     All Other Contents Clause

Memberikan jaminan tambahan terhadap uang, dokumen, computer record, pattern and mould sampai dengan sejumlah Rp 10,000,000

Download Clause here  or go to AHLIASURANSI box widget

 

5.     Architects, Surveyors, Engineers Expenses Clause

Memberikan ganti rugi terhadap biaya-biaya arsitek, surveyor dan engineers sehubungan dengan pekerjaan pembangunan kembali gedung atau harta benda yang rusak s/d 5% dari Total Harga Pertanggungan

Download Clause here  or go to AHLIASURANSI box widget

 

6.     Capital Addition Clause

menjamin penambahan modal (capital) yang melebihi harga pertanggungan atas bangunan dan mesin s/d 10% dari harga pertanggungan

Download Clause here  or go to AHLIASURANSI box widget

 

7.     Claim Preparation Clause

Memberikan ganti rugi terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pengurusan dokumen-dokumen klaim

Download Clause here  or go to AHLIASURANSI box widget

 

8.     Customers Goods Clause

Menjamin kerusakan pada barang-barang milik konsumen yang berada dilokasi pertanggungan

Download Clause here  or go to AHLIASURANSI box widget

 

9.     Fire Brigades Charges Clause

Memberikan ganti rugi biaya-biaya Dinas Pemadam Kebakaran untuk keperluan pemadaman kebakaran

Download Clause here  or go to AHLIASURANSI box widget

 

10.   Fire Fighting Expenses Clause

Memberikan ganti rugi biaya-biaya usaha pemadaman kebakaran yang dilakukan tertanggung termasuk upah buruh

Download Clause here  or go to AHLIASURANSI box widget

 

11.   Outbuildings Clause

Menjamin bangunan seperti pintu gerbang, pagar, pos satpam diluar bangunan utama

Download Clause here  or go to AHLIASURANSI box widget

 

12.   Removal of Debris Clause

Memberikan ganti rugi biaya-biaya pembuangan puing-puing, pembongkaran dan perbaikan darurat s/d 10% dari Harga Pertanggungan

Download Clause here  or go to AHLIASURANSI box widget

 

Download all 12 clauses here or go to AHLIASURANSI box widget

 

Klausul-klausul lainnya mungkin diperlukan tergantung dari jenis okupasi dan bisnis tertanggung

 

Insures your assets with knowledge and full support from AHLIASURANSI

 

Untuk konsultasi dan keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

 

Telp: +628128079130

 

Email: imusjab@qbe.co.id

 

oleh IMAM MUSJAB di www.ahliasuransi.com

PrintFacebookTwitterLinkedInGoogle+PinterestTumblrBlogger PostBox.netWordPressEmailGoogle GmailYahoo MailYahoo MessengerMySpaceDiggBaiduTechnotizie

About the Author

has written 513 stories on this site.

40 Comments on “Very Important Clauses : Klausul-Klausul Penting dalam Asuransi Kebakaran (Fire & Property Insurances)”

  • purnomo - sonwelis cabang surabaya wrote on 5 January, 2010, 11:51

    kepada bapak Imam Musjjab , kami mohon bantuannya untuk diberi tahu klausula brand and label clause,atas bantuannya kami ucapkan banyak terima kasih

  • asuransi wrote on 28 February, 2010, 2:08

    Jalan2 nih bro, mantap artikelnya semakin menambah pengetahuan dalam bidang perasuransian. Selamat dan Sukses selalu ya bro.
    Salam, AB

    IMAM MUSJAB: Terima kasih bro

  • Edy Suharyono wrote on 23 March, 2010, 12:24

    Untuk penjelasan klausul nomor 5 (Architects, Surveyors, Engineers Expenses Clause) kok sama dengan penjelasan klausul nomor 4 (All Other Contents Clause) vide download.
    Apa memang demikian atau keliru file yang harus di download.
    Trims

    IMAM MUSJAB: di attach jadi satu file pak

  • Sabarkah Maulana wrote on 21 May, 2010, 12:03

    Dear Pak Imam, Mohon Pencerahan Penerapan Capital Addition Clause kaitannya dengan Placement Facultative Reasuransi, dimana di dalam clause tsb, terdapat ketentuan pelaporan quarterly, tetapi reinsurance tetap mengenakan STNC as per confirmation pada saat capital addition tsb terjadi. Terima kasih atas pencerahannya. Salam, Sabarkah Maulana.

    IMAM MUSJAB: Lho khan di “Capital Addition Clause” khan sudah ada aturan pelaporannya, kenapa masih dikenakan STNC?? jika terjadi klaim sebelum pelaporan-pun khan sudah dijamin??

  • chandra p. sby wrote on 8 October, 2010, 16:37

    ciami banget website anda bos jarang ada nih..numpang sedot ilmunya nih…thanks berat bos..

    Imam MUSJAB: You’re welcome

  • Indra P wrote on 20 October, 2010, 5:57

    mas imam ..mau menanyakan klausula warranty premium clause 45 days ….mohon penjelasannya terima kasih

    Imam MUSJAB: artinya pembayaran premi harus sudah dilakukan paling lambat 45 hari sejak tanggal periode polis

  • olive wrote on 16 September, 2011, 16:33

    Dear Bpk Imam,
    Mohon penjelsannya perihal perbedaan antara :
    - RSMDCC (41.B)
    dengan
    -RSMD 4.1A / 2007

    khususnya dalam penutupan PAR karena saya masih bingung membedakannya..

    terima kasih

  • IMAM MUSJAB wrote on 21 September, 2011, 9:01

    RSMDCC 41.B (Riot, Strike, Malicous Damage, Civil Commotion)

    RSMD 41.A (Riot, Strike, Malicous Damage)

    bedanya tentu pada Civil Commotion = Huru Hara

    mana yang biasanya digunakan dalam Penutupan PAR only ? umumnya sudah memakai RSMDCC 41.B (Riot, Strike, Malicous Damage, Civil Commotion)

  • Rahayu wrote on 13 December, 2011, 15:20

    Pak imam mau tanya…untuk laptop dan notebook apabila masuk dalam asuransi PAR bisa ndak? dan apabila bisa dicover adakah klausul tersendiri untuk barang tersebut? terima kasih atas bantuannya

  • emil wrote on 16 December, 2011, 8:53

    Ass, Pak Imam mau tanya: 
    1. Apakah benar kapal unclass tidak memiliki sertifikasi lambung/mesin kapal seperti halnya kelas BKI?
    2. Apakah bedanya surat keselamatan kapal dengan surat laik laut?
    3. Apakah cukup u/ penutupan m hull kondisi TLO kapal Unclass surat/document nya yang dilampirkan hanya: surat laut, surat ukur internasional, sertifikat keselamatan telepon radio kapal, sertifikat keselamatan kapal? Terima kasih. Wass

  • IMAM MUSJAB wrote on 24 December, 2011, 8:04

    1. Benar Tidak memiliki Sertifikat Klasifikasi Lambung / Mesin, hanya sertifikat yang dikeluarkan oleh “Flag State” atau “Port of Registry” saja.
    2. Sama Pak
    3. Betul

  • IMAM MUSJAB wrote on 24 December, 2011, 8:23

    Jika dijamin di PAR maka jaminan hanya terbatas “within the premises only” saat berada di dalam “kantor” saja sedangkan jika ingin dijamin “di dalam dan di luar kantor” harus dijamin under “Movable All Risks” biasanya ratenya berkisar 2.5% s/d 3.5%

  • roy siregar wrote on 13 April, 2012, 10:35

    met siang, pa Imam, mau tanya nich…
    untuk Jaminan di Cargo (export – import) yang di pakai ICC A ; ICC B dan ICC C, untuk dalam negri sendiri yang di pakai itu untuk angkutan laut dan udara : Jaminan Satu, Dua dan TIga, klu untuk angkutan darat nya apakah pakai Jaminan 1, 2 dan 3 ? atau pakai Kondisi Cover A dan Cover B ?

    Sebenarnya mau export-import-domestik-inter-island-inland transit cukup pake ICC A, B, C. Namun karena ada versi Indonesia Jaminan 1, 2 dan 3 ya silakan di pake vesi PSAPBI tsb. tidak ada bedanya in principles. DAI Cover A dan Cover B sebenarnya sudah tidak di pake lagi (sebagian besar perusahaan asuransi sudah tidak pake lagi karena banyak kelemahannya) untuk Air Transit silakan pake ICC (Air) Cargo saja.

  • Budhi S wrote on 17 April, 2012, 9:52

    Dear Pak Iman,

    Adakah klausula yang bisa menghapuskan salvage / salvage boleh dihancurkan tanpa diperhitungkan oleh asuransi sebagai recovery.

    Terima kasih

  • Budhi S wrote on 17 April, 2012, 9:53

    Dear Pak Imam,

    Adakah klausula yang bisa menghapuskan salvage / salvage boleh dihancurkan tanpa diperhitungkan oleh asuransi sebagai recovery.

    Terima kasih

    Klausul berikut dapat dipertimbangkan:
    LOSS OF DAMAGE GOODS CLAUSE

    In case of damage to property bearing brands labels and trademarks the sale of which carries in any way a guarantee of the Insured, the salvage value of such damaged property shall be determined after the removal in the customary manner of all brands labels and trade marks which might be taken to indicate that the guarantee of the Manufacturer or the Insured attached to said property. However notwithstanding anything to the contrary elsewhere herein, it is understood and agreed that in case of damaged to goods insured under this Policy due to a peril insured against, the Insured or their representatives are to retain control of all damaged goods. The Insured, however agrees wherever practicable to use recondition or sell such goods, the sale being made after removal of all brands labels or trademarks, with the Insurer being entitled to the proceeds of the sale. Where the use or disposal or sale of damage goods would be in the opinion of the Insured or their representative detrimental to their interest such damage shall be treated as a constructive total loss and the Insured shall destroy the damaged goods in the presence of a representative of the Insurer and the Insured

  • Budhi S wrote on 17 April, 2012, 10:37

    Dear Pak Imam,

    Terima kasih atas infonya.

    Namun apabila dalam suatu kasus pihak Tertanggung hanya mau menghancurkan barang yang rusak karena berkaitan dengan brand (sepatu yang terkena water damage), dan dalam perhitungan klaim mereka tidak mau dikurangi sebagai salvage, apakah klausula ini bisa diterapkan?, mengingat didalam klausula tersebut ada kata yang menyebutkan “bahwa hasil penjualan salvage menjadi milik penanggung”.

    Mohon bantuannya Pak Imam. Terima kasih

    baca paragrap berikutnya:
    “…Where the use or disposal or sale of damage goods would be in the opinion of the Insured or their representative detrimental to their interest such damage shall be treated as a constructive total loss and the Insured shall destroy the damaged goods in the presence of a representative of the Insurer and the Insured.”

  • Budhi S wrote on 17 April, 2012, 12:26

    Ok, Pak. Thanks

  • Vero wrote on 9 May, 2012, 19:59

    Pak imam,
    Dalam buku tarif fire disebutkan ada warranty A, B, C.. Bisa tolong dijelaskan apa  perbedaannya dan apakah jika pemakaian warranty tersebut dapat menimbulkan dispute apabila terjadi klaim

    Terimakasih

    Kalo dibaca, bedanya adalah pada “Quantity” hazardous goods yang bisa disimpan di gudang atau toko tersebut, Warranty A Quantity-nya lebih sedikit dari B, sedangkan C tidak terbatas namun harus sesuai dengan persyaratan perundang-undangan yang berlaku. Silakan dibaca Warranty nya, Ya (?!)

  • Joko S wrote on 21 May, 2012, 15:45

    Siang Pak Imam,

    Saya tertarik dengan diskusi yang disampaikan oleh Pak Budhi S perihal klausula “LOSS OF DAMAGE GOODS CLAUSE” bagaimana jika dalam polis tersebut terlekat juga klausula “BRAND LABELS CLAUSE”. Yang mana keduanya sama sama mengatur hak Penanggung dan Tertanggung atas barang rusak/ salvage? apakah dalam hal ini kepentingan Penanggung bisa diabaikan begitu saja, jika tertanggung menganggap barang harus dihancurkan untuk menjaga brand mereka, padahal dalam klausula diatur perihal pelepasan brand/ label dan menyerahkannya ke Penanggung? mohon komentar Pak Imam.

    Salam,
    Joko S

    “Brand and Labels Clause” harusnya tidak boleh dipasang bersamaan dengan “Loss of Damaged Goods Clause” harus pilih salah satu

  • Joko S wrote on 22 May, 2012, 11:49

    Kalo sudah terpasang keduanya piye Pak? hehehe… dan itu memenuhi quotation yang disampaikan tertanggung via brokernya?

    karena “Loss of Damaged Good Clause” lebih menguntungkan klien, harusnya clause ini yang apply

  • kabul priyatno wrote on 23 May, 2012, 14:23

    Pak Imam saya mau tanya, sy mengajukan klaim asuransi kebakaran pada PT Asuransi Ramayana, kira-kira proses pencairannya klaim asuransi tsb berapa lama bilamana sdh ada persetujuan perhitungan nilai klaim kerugian yg di acc? trm kasih

    30 hari maksimum Pak, asuransi yang baik biasanya cuma 7-14 hari saja

    PASAL 18
    PEMBAYARAN GANTI RUGI
    Penanggung wajib menyelesaikan pembayaran ganti rugi dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak adanya kesepakatan tertulis antara Penanggung dan Tertanggung atau kepastian mengenai jumlah ganti rugi yang harus dibayar

  • fian sinaga wrote on 24 May, 2012, 22:29

    Pa’e,,
    ijin copy-paste materi ne yoo,, buat skripsi nee..
    n mungkin ntar banyak nanya2,, boleh kan??

    thank you!!

  • Yohanes wrote on 24 September, 2012, 16:29

    Sore Pak, saya mau tanya tentang Asuransi PAR.
    Teman saya punya Toko Sepatu, kemudian beberapa waktu yang lalu terjadi klaim karena Banjir sehingga terjadi kerusakan pada stock ( sepatu ). Setelah data-data klaim terpenuhi semua, kemudian pihak asuransi melakukan adjusment.
    di Adjustment tersebut terdapa kata ” OBSOLESCENCE “, itu apa maksudnya ya Pak ??? apakah ada clause yang menyatakan hal tersebut diatas??

    Mohon bantuannya ya Pak. Terima kasih.

    “Obsolescence” simplenya adalah pengurangan nilai ganti rugi atas stocks yang sudah “out-of-fashion”, lama, ketinggalan mode, sudah tidak laku dipasaran, dll. Jasa Penilai / Adjuster menggunakan “pendekatan metode ini” untuk menghitung “berapa kerugian sebenarnya yang diderita oleh klien?”

  • Yohanes wrote on 25 September, 2012, 8:44

    pagi Pak Imam, terima kasih atas informasnya. akan tetapi apakah ada Clause yang menyatakan tentang “Obsolescence” tersebut diatas ??
    Karena berdasarkan Surat Persetujuan Klaim dari Pihak Asuransi, Nilai Klaim yang disetujui jadi berkurang karena dipotong oleh “Obsolescence” sebesar 10 %.

    Berikut pernyataan pihak asuransi :
    ” Faktor Obsolescence kami berikan bukan hanya karena faktor ketinggalan jaman/kuno tapi ada faktor lain seperti stock yang rusak karena terlampau lama disimpan,hilang,barang retur (berdasarkan dokumen yang kami terima jumlahnya cukup banyak). Di sini kami hanya aplikasikan sebesar 10% untuk obsolescence. ”

    Mohon pencerahannya ya Pak. Terima kasih.

    Tidak ada Clause-nya, Pak. “obsolescence” adalah pendekatan penilaian yang dilakukan oleh jasa penilai untuk faktor2 ketinggalan mode, lama, kemungkinan ngga laku, dll. besarannya biasanya berkisar 5% – 20% tergantung “seasonal of stocks”

  • Sabar wrote on 10 October, 2012, 10:40

    Dear Pak Imam,

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas terjemahan Reinstatement Value Clause yang dikirimkan ke alamat email saya.
    Saya butuh bantuan Bapak lagi perihal asuransi alat berat. Apakah alat berat bisa diasuransikan dengan kondisi/klausula TLO? Apa perbedaannya dengan TLO pada asuransi kendaraan bermotor? Jika bisa, mohon sekali lagi untuk dapat mengirimkan klausula yang dimaksud untuk saya pelajari.

    Terima kasih,

    TLO Tentu saja Bisa, Pak.
    Apa perbedaannya dengan TLO pada asuransi kendaraan bermotor? Jika Bapak menggunakan TLO 75% maka sama dengan asuransi kendaraan.
    Jika Tidak maka artinya TLO 100% sound value

  • selvy wrote on 12 October, 2012, 16:59

    Pak, saya boleh minta klausula original spare part dalam bahasa Indonesia, karena saya sudah cari2 tapi belum menemukannya. Trims

    Waduh saya malah baru dengar ada klausul “Original Spare Parts” jangan-jangan ada juga klausul “Spare Parts Palsu” he..he.. siapa yang punya, bisa minta wordings-nya, Please?

  • Rio wrote on 15 October, 2012, 16:00

    selamat siang pak..apakah saya bisa dibantu maksud dari Full Theft Exclusion Clause ?

    Biasanya Bukan “Exclusion” Pak, tetapi “Inclusion” Clause. Coba cek?!
    Kalo Exclusion berarti –> Polis tidak menjamin segala bentuk pencurian baik dengan unsur kekerasan maupun tanpa unsur kekerasan
    Kalo Inclusion berarti –> Polis diperluas untuk menjamin pencurian yang tidak disertai unsur kekerasan
    Biasanya wordingsnya:
    It is declared and agreed that this certificate shall extend to include theft not accompanied by actual violent and forcible entry or exit from the premises

  • arif wrote on 14 November, 2012, 16:41

    Dear Pak Imam, selamat sore..saya ingin bertanya mengenai BPPDAN. Apakah bapak memiliki data BPPDAN 2012 mengenai loss ratio industri tertentu berdasarkan class of bussines nya??
    Jika berkenan apakah bapak dapat membantu mengenai data tersebut untuk keperluan skripsi saya.. terimakasih

    BPPDAN nya saja belum publish data-nya Pak di website ini statistiknya cuma sampe 2001 http://www.reindo.co.id/bppdan/statistik_200011.htm

  • Ratnasari Dewi wrote on 23 November, 2012, 11:30

    Selamat siang Bp. Imam, saya ada kirim e-mail ke Bapak. Mohon bantuannya ya pak. Terima kasih atas perhatian dan waktunya.

    Sudah dibalas, ya

  • Anonymous wrote on 26 November, 2012, 17:06

    apa yang perlu diperhatikan saat survey penutupan kondisi penutupan PAR?Thx mohohn bantuannya

    simplenya memperhatikan semua hal yang harus dilengkapi dalam form-survey-report ha..ha.. khan didalam template survey report sudah ada pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab.

    antara lain: okupasi, construction, fire prevention, security, proses produksi, manajemen, hazardous materials, dan lain-lain

  • Andreas M. Unu wrote on 30 January, 2013, 15:23

    Sore pa Imam, saya lht koq bunyi klausul Architects…… = bunyi Klausul All other contents.
    Mohon dicek lagi. Thanks

    Terima kasih Pak koreksinya, sudah saya ganti link nya.

    atau download disini

  • hidayat solihin hz wrote on 6 February, 2013, 13:51

    Assalammu’alaikum, wr,wb. 
    dear pak Imam,…
    Bisa saya  minta  penjelasan (description) jaminan : – Tanah longsor (4.10),  RSMDCC 41.B (Riot, Strike, Malicous Damage, Civil Commotion) dan RSMD 41.A  …??
    Terima kasih pak, atas bantuannya,
    Wassalam.Hidayat S. HZ.

    Pak saya sudah email klausul-klausul nya ya

  • agung wrote on 14 February, 2013, 8:49

    Selamat Pagi Pak Imam…

    Saya mau menanyakan apa yang dimaksud dengan klausula : Automatic Reinstatement of Sum Insured clause (with additional premium) ? Apakah berbeda dengan Reinstatement Value Clause ? Karena kedua klausula ini sering tercantum dalam polis Property All Risks
    Kami mohon bantuan Bapak, terima kasih.

    Reinstatement Value Clause : Penggantian klaim dengan harga perolehan / pembangunan baru tanpa dipotong depresiasi

    Automatic Reinstatement of Sum Insured clause (with additional premium) : Setelah terjadi klaim harga pertanggungan dipulihkan otomatis tentu saja harus membayar premi tambahan

  • Oggy wrote on 23 August, 2013, 13:18

    Dear Pak Imam

    Mohon informasi, untuk stock makanan dalam freezer, klausul apa yang membatasi kerusakan stock tersebut apabila mesin pendingin tidak bekerja. Terima kasih jawabannya

    Untuk asuransi “Stock Makanan dalam Freezer” polis yang sesuai adalah “Polis Deterioration of Stocks (DOS)” selain polis DOS maka “Kerusakan stock apabila mesin pendingin tidak bekerja adalah tidak dijamin”

  • Oggy wrote on 18 September, 2013, 13:46

    Dear Pak Imam,

    Trims ya atas jawabannya. Mohon informasi kembali pak, jika polis PAR dilekatkan kondisi Indeminty Basis, berarti pada saat klaim diperhitungkan depresiasi ya pak? 

    Makasih sebelumnya

    in practice, tidak ada polis PAR yang dilekatkan kondisi Indemnity Basis, Oggy

    in theory, juga tidak pernah saya temukan yang demikian

    Jika Memo 1 – Sum Insured tidak adequate maka simply average to apply

  • agung wrote on 4 November, 2013, 9:09

    Pak Imam,

    Saya mohon informasi tentang ke klausula : Special electrical short circuit coverage clause.
    Mohon penjelasan dari bapak dan seberapa penting klausula tersebut?

    Terima kasih atas bantuannya.

    Tinggal di baca aja arti klausul nya

    KLAUSUL 4.12.
    PERLUASAN JAMINAN ARUS PENDEK

    Dengan ini ditegaskan bahwa dengan pembayaran premi tambahan yang disepakati, pertanggungan ini menjamin juga kerusakan fisik yang terjadi pada suatu unit peralatan listrik atau elektronik, kecuali peralatan listrik atau elektronik untuk keperluan rumah tangga, yang tercantum pada Ikhtisar Pertanggungan polis ini, yang disebabkan oleh arus pendek pada peralatan listrik atau elektronik tersebut.

    Atas setiap ganti rugi yang dapat dibayarkan, Tertanggung wajib menanggung risiko sendiri sebesar 5% dari harga pertanggungan peralatan yang mengalami kerusakan atau Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) untuk setiap kejadian, yang mana yang lebih besar.

    Perluasan jaminan ini tidak berlaku apabila risiko tersebut telah ditutup dengan pertanggungan khusus untuk itu.

  • agung wrote on 4 November, 2013, 9:13

    Pak Imam,

    Mohon maaf, ada yang lupa.. selain Special electrical short circuit coverage clause, saya juga butuh informasi klausula : Out building clause & Hydrant, sprinkles damage and leakage extension
    Maksudnya apa dan seberapa diperlukan?

    Terima kasih atas bantuannya.

    Gampang tinggal baca klausul bahasa Indonesia nya saja. Klausul yang lain juga tinggal dibaca saja artinya ya…

    KLAUSUL BAGIAN LUAR BANGUNAN

    Pertanggungan atas tiap bagian dari bangunan berarti termasuk dinding-dinding, pintu-pintu gerbang dan pagar-pagar, bangunan-bangunan kecil di luar, perluasan-perluasannya, ruangan-ruangan tambahan, tangga-tangga luar, instalasi bahan bakar, kerangka-kerangka besi atau baja dan tangki-tangki yang berada dalam pekarangan dan pertanggungan atas tiap bagian dari isi bangunan termasuk isi setiap bangunan luar, asalkan nilai-nilainya telah dimasukkan ke dalam jumlah pertanggungan.

  • comprar me gusta facebook wrote on 19 April, 2014, 0:38

    I’ll immediately grasp your rss feed as I can not find your email subscription link or e-newsletter service.
    Do you’ve any? Kindly allow me recognize so that I may subscribe.
    Thanks.

Trackbacks

  1. Prosedur Asuransi | Media Asuransi
  2. Hukum Asuransi Jiwa | Media Asuransi

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2014 AHLIASURANSI.com. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.